Minggu, 05 Agustus 2012

HAPPY 5th ANNIVERSARY, GIRLS GENERATION!

Diceritakan, ada seseorang yang berlari sangat jauh menembus kegelapan malam sambil membawa sebuah obor berwarna emas di tangannya. Ia telah berlari selama beberapa hari dari sebuah sumber api alam yang ada di sebuah bukit. Ia telah melewati beberapa kota dan memakai banyak alat transportasi untuk membantu perjalanannya. Mulai dari naik sepeda, naik mobil, naik motor, naik truk, hingga naik perahu dayung, perahu motor, dan bahkan naik pesawat. Meskipun ia juga menggunakan alat transportasi, namun ribuan kilometer ia habiskan dengan berlari. Ia hanya naik kendaraan untuk beberapa kilometer saja sebelum kemudian ia berlari lagi menuju tujuan berikutnya.
Setelah berlari selama ribuan kilometer, akhirnya orang ini sampai di tempat yang ia tuju. Sebuah taman yang sangat indah, berada di pusat kota. Di sana, di tengah taman itu, ada lima orang wanita yang menunggunya. Orang ini tidak mengetahui seperti apa wajah mereka, namun menurut amanat yang dibawanya, ia harus membawa obor ini pada mereka, yang sudah menunggu di taman tersebut. Ketika ia sampai di tengah taman tersebut, api yang ada di obor itu kemudian menyinari wajah para wanita itu, dan ternyata diketahui kalau orang yang ada di depannya itu adalah Taeyeon. Tepat di sebelah kanannya adalah Tiffany. Di sebelah kiri Taeyeon ada Jessica. Di sebelah kanan Tiffany ada Seohyun, dan di sebelah kiri Jessica ada Sunny. Sesuai amanat yang diberikan, inilah orang2 yang akan membawa obor tersebut berikutnya. Setelah memastikan bahwa inilah orang2 yang akan melanjutkan perjalanan obor itu, orang itu lalu memberikan obornya pada Taeyeon. Setelah menerima obornya, Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, dan Seohyun berbalik dan berlari melanjutkan perjalanan obor itu, dengan Taeyeon sebagai pembawa obornya. Mereka berlari keluar dari taman itu dan masuk ke jalan utama kota yang saat itu sedang sepi.
Taeyeon membawa obor itu menyusuri jalan2 utama kota, dengan Jessica, Tiffany, Sunny, dan Seohyun mengikutinya dari belakang. Mereka semua berlari-lari kecil, sambil menjaga tenaga mereka, agar mereka tidak cepat kelelahan saat berlari. Setelah 1 kilometer berlari, obor yang ada di tangan Taeyeon berpindah tangan ke Jessica. Jessica mengambil obor itu dari tangan Taeyeon saat ia sedang berlari membawanya. Taeyeon lalu memberi jalan pada teman2nya yang lain, sehingga ia kini berlari paling belakang. Sunny, Tiffany, dan Seohyun berlari di belakang Jessica, dengan Sunny berada sedikit di belakang Jessica. Mereka masih berlari-lari menyusuri jalan utama kota yang sangat lebar dan kosong. Tidak ada mobil atau kendaraan lain yang ada di situ, hanya ada lampu jalan yang masih menyala, berada di sekitar jalan. Setelah Jessica berlari sepanjang satu kilometer, Sunny mengambil alih obor itu dari tangan Jessica, dengan cara yang sama seperti yang Jessica lakukan ketika mengambil obornya dari tangan Taeyeon. Jessica kemudian berlari di belakang Taeyeon. Sunny berlari sedikit lebih cepat daripada Jessica dan Taeyeon, namun ia berusaha mengatur kecepatan larinya agar teman2nya tidak tertinggal. Tiffany dan Seohyun ada tepat di belakangnya, sementara Taeyeon dan Jessica berlari tidak jauh dari mereka. Kali ini mereka berlari melintasi jembatan dan melewati sungai yang membelah kota tersebut. Setelah melewati jembatan, tepat 1 kilometer Sunny berlari, dan Tiffany langsung mengambil alih obor itu dari tangan Sunny. Sunny pun kemudian bergabung dengan Taeyeon dan Jessica yang berada di belakang. Sekarang giliran Tiffany yang berlari, dan tinggal Seohyun yang belum memegang obor itu. Kali ini mereka sudah dekat dengan lokasi terakhir mereka. Hanya satu setengah kilometer lagi dan setelah itu mereka sampai. Satu kilometer dari lokasi itu, Seohyun ganti mengambil alih obor itu, dan menjadi orang terakhir yang berlari membawa obor tersebut, sampai di lokasi yang sudah ditentukan. Tiffany mundur ke belakang, dan Taeyeon berada di samping Seohyun. Memasuki 500 meter sebelum tempat yang ditentukan, Seohyun memimpin teman2nya memasuki tempat yang sudah ditentukan sebagai lokasi terakhir mereka. Sebuah kawasan olahraga besar yang disebut sebagai Olympic Park. Sambil berlari, Taeyeon mengambil sebuah kertas dari saku celananya dan lalu membuka kertas itu, yang masih dalam keadaan terlipat. Ternyata, di balik lipatan kertas itu terdapat sebuah peta, dan ada bagian yang sudah ditandai. Itu menunjukkan lokasi yang akan menjadi titik akhir perjalanan mereka. Berdasarkan peta tersebut, lokasi yang sudah ditentukan itu adalah sebuah stadion yang berada di pusat Olympic Park. Ia pun memberitahukan lokasi itu pada Seohyun, dan kemudian ia berlari menuju ke arah stadion itu. Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka berlima tiba di stadion.
Sampai di stadion, Seohyun, Taeyeon, Jessica, Sunny, dan Tiffany memasuki sebuah pintu khusus yang langsung mengarah ke bagian dalam stadion. Di dalam stadion, sekitar 80000 Sones (ditambah sekitar 10000 Sone yang ada di lapangan) sudah menunggu mereka dan menyalakan lightstick pink mereka. Seluruh stadion itu berwarna pink, menyambut kedatangan obor itu, bersama juga dengan pembawanya. Rombongan pembawa obor itu kemudian berlari mengelilingi trek atletik di stadion itu sebanyak satu kali. Saat mereka berlari di trek atletik itu, sambutan dari para Sone sangat meriah, mereka berteriak sambil sesekali menggerakkan lightstick mereka. Seohyun, Taeyeon, Jessica, Sunny, dan Tiffany tidak diam begitu saja. Mereka sangat bersemangat, mereka melambaikan tangannya pada para Sone yang ada di tribun, dan juga yang ada di lapangan. Setelah berkeliling satu kali, mereka berhenti di "Bell End", salah satu bagian tribun stadion, di mana terdapat lonceng raksasa di tengahnya. Kelima pembawa obor ini berbaris, dengan Seohyun berada di tengah, dan mereka lalu menaiki tangga menuju ke arah lonceng raksasa. Di sana ada sebuah panggung yang dibuat tepat di depan lonceng raksasa itu. Ternyata, di depan lonceng raksasa itu, sudah berdiri empat orang lain, yang masing2 membawa satu buah obor untuk para pembawa obor yang lain. Mereka adalah Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona. Keempatnya lalu memberikan obor itu pada keempat temannya yang tidak membawa obor. Hyoyeon memberikan obornya pada Sunny, Yuri memberikan obornya pada Jessica, Sooyoung memberikan obornya pada Tiffany, dan Yoona memberikan obornya pada Taeyeon. Seohyun sendiri berdiri di tengah, menghadap ke arah lonceng raksasa. Setelah memberikan obornya, para pemberi obor dan penerima obor itu pun berpelukan. Setelah itu, Seohyun membagi api obor yang dibawanya pada Taeyeon, Jessica, Sunny, dan Tiffany. Setiap orang memutar kenop kecil yang ada di bagian tengah obor untuk mengeluarkan gas yang berfungsi sebagai pembakar obor itu. Pada saat itulah, api dari obor yang dibawa Seohyun menjalar pada obor lainnya, dan membuat obor itu menyala. Setelah semua obor dinyalakan, kelima pembawa obor yang sudah membawa obor mereka masing2 itu kemudian turun dari panggung dan langsung berlari menuju ke tengah lapangan. Kebetulan, ada sebuah jalan yang dibuat oleh para Sone di lapangan itu, yang memungkinkan para pembawa obor ini untuk berlari masuk ke tengah lapangan. Sampai di tengah lapangan, mereka berhenti di sebuah bundaran. Kelima pembawa obor itu lalu berpencar. Seohyun tetap di tengah, sementara Taeyeon dan Tiffany berjalan ke kiri, sementara Jessica dan Sunny berjalan ke kanan. Mereka lalu berhenti di posisi yang sudah ditentukan. Kalau diurut searah jarum jam, urutannya adalah Seohyun, Taeyeon, Tiffany, Jessica, dan terakhir Sunny. Tepat di depan mereka ada sebuah corong khusus yang terbuat dari logam. Mereka lalu membungkuk dan membakar corong itu dengan api dari obor yang mereka bawa. Setelah apinya membakar corong itu, mereka lalu mundur beberapa langkah ke belakang, dan tiba2 api dalam corong itu membesar. Tepat di atas lima corong utama itu, ada lagi empat corong kecil. Api dari corong utama yang sudah membesar itu kemudian ikut membakar corong2 kecil itu, dan lalu ikut membesar. Ketika api dari setiap corong itu sudah cukup besar, secara perlahan, corong2 itu terangkat ke atas. Di setiap corong itu terdapat tiang yang nantinya akan membuat posisi corong ini sangat tinggi. Tingginya kurang lebih lima meter. Setelah terangkat, corong2 itu kemudian bertemu di tengah. Corong2 kecil yang bertemu lebih dulu dan saling menempel. Lalu tidak lama menyusul lima corong utama yang apinya dinyalakan oleh para pembawa obor itu. Setelah semua corong itu saling menempel, api dari masing2 corong itu kemudian menyatu dan akhirnya, terciptalah sebuah kualdron besar dengan api yang juga sangat besar! Semua orang yang ada di stadion itu takjub melihat kualdron tersebut, tak terkecuali Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, dan Seohyun. Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, dan Yoona kemudian menyusul berlari ke tengah lapangan dan juga ikut takjub melihat kualdron besar itu. Kesembilan orang itu, yang kita kenal sebagai Girls Generation, kemudian berkumpul di depan kualdron itu, dan melihat kualdron itu sebagai simbol semangat mereka yang terus membara tanpa henti dan tanpa padam, yang membuat mereka bisa bertahan hingga lima tahun lamanya.
Hari ini, Girls Generation tepat berusia 5 tahun. 5 tahun ini dihitung berdasarkan debut mereka. Pada tanggal 5 Agustus 2007, mereka tampil untuk pertama kalinya pada acara SBS Inkigayo, membawakan lagu "Into The New World". Sesuai dengan judul lagunya, saat itu mereka memasuki dunia yang baru. Era yang baru. Era di mana mereka pada saat itu sudah mulai dikenal oleh masyarakat, di mana mereka bukan lagi dikenal sebagai orang biasa, atau hanya seorang trainee. Pada saat itu mereka sudah dianggap siap untuk tampil, setelah melewati masa training yang cukup panjang, dan mereka pun diorbitkan oleh SM Entertainment, dengan lagu tersebut. Secara tidak langsung, lagu tersebut sudah mengantarkan mereka menuju sebuah era dan dunia yang baru, yang kemudian mengubah hidup mereka.
Di dunia yang baru itu, untuk bisa bertahan di sana, butuh perjuangan yang tidak gampang. Pada awalnya, Girls Generation hanyalah grup biasa. Banyak suara2 negatif yang mengiringi awal perjalanan karir mereka. Puncaknya, ketika Dream Concert 2008. Konser itu adalah konser besar musik K-Pop, dan mengundang banyak artis K-Pop terkenal. Pada saat mereka tampil, secara tiba2 semua penonton, yang kebanyakan didominasi oleh fans grup lain, mematikan lightstick mereka dan tidak bersuara. Malah ada beberapa penonton yang meneriakkan nama grup lain yang sudah lebih dulu populer. Hanya para fans mereka saja yang tetap menyalakan lightstick-nya dan ikut bernyanyi. Tapi jumlah mereka saat itu tidak banyak. Mungkin hanya ratusan orang. Dari situ bisa disimpulkan, penolakan jelas terlihat. Pada saat itu, Girls Generation benar2 jatuh. Peristiwa yang kemudian disebut sebagai "Black Ocean" itu termasuk salah satu peristiwa buruk dalam karir mereka. Penolakan dari para fans lain membuat Girls Generation jatuh hingga titik terendah. Seakan mereka jatuh ke jurang yang dalam dan mereka tidak mampu keluar dari situ. Mereka kesal, mereka sedih, dan bahkan ketakutan. Mungkin bisa dikatakan saat itu, mereka gagal. Hanya raut kekecewaan yang mereka perlihatkan, it's a mental breakdown for them. Beruntungnya untuk mereka, peristiwa itu bukan hanya menjadi sebuah peristiwa buruk untuk mereka, tapi juga peristiwa penting dalam karir mereka. Banyak orang yang tidak menyukai aksi "Black Ocean" itu, dan kemudian mereka mendukung Girls Generation untuk kembali tampil. Jumlah fans mereka kemudian bertambah, dan dukungan pun mengalir untuk mereka agar mereka kembali. Selama sembilan bulan mereka menghilang, dan kemudian mereka kembali dengan sebuah lagu yang bisa dikatakan, mengubah segalanya untuk mereka.
Lagu "Gee" dirilis pada awal tahun 2009, dan berbeda dengan lagu2 Girls Generation sebelumnya, lagu ini lebih diterima oleh publik, dan bahkan membuat masyarakat "demam" dengan lagu tersebut. Seluruh Korea tahu lagu tersebut, dan dari lagu ini, mereka meraih kesuksesan. Untuk pertama kalinya, ada sebuah grup yang bisa bertahan selama sembilan minggu di puncak tangga lagu secara beruntun. Itu berarti satu personil dapat satu trofi setiap minggunya. Penjualan albumnya juga sukses, meskipun sebenarnya "Gee" hanya berupa sebuah mini album. Lagu itu mengantarkan Girls Generation naik hingga ke puncak tertingginya. Video-nya di YouTube bahkan menjadi video lagu K-Pop yang paling banyak ditonton di seluruh dunia, hingga saat ini. Kepopuleran lagu itu membuat Girls Generation "naik status" sebagai salah satu girl group papan atas di Korea. Momentum itu ternyata berhasil dimanfaatkan dengan baik. Setelah kesuksesan lagu "Gee" berturut-turut lagu "Tell Me Your Wish (Genie)", "Oh", "Run Devil Run", "Hoot" meraih kesuksesan di tangga musik Korea, dan makin mengukuhkan status mereka sebagai girl group terbaik di Korea, bahkan hingga ke Asia, termasuk ke sini, ke Indonesia (duh, mudah2an cepat konser di sini ya...)
Setelah meraih banyak kesuksesan di Korea dan juga di Asia, meraih banyak prestasi dan penghargaan di berbagai ajang, bahkan juga meluaskan popularitas mereka hingga ke Jepang dan beberapa negara di Asia, Girls Generation mencoba untuk go international. Sebenarnya, mereka sudah go international sejak mereka mulai merilis single di Jepang, dan kemudian disusul dengan album pertamanya di sana. Namun, kali ini mereka mencoba untuk membuat cakupan yang lebih luas lagi. Pada tahun 2011, album "The Boys" dirilis. Untuk pertama kalinya Girls Generation menyanyikan lagu yang seluruhnya berbahasa Inggris. Mereka juga kemudian ikut tampil dalam konser bersama dengan para artis SM Entertainment lainnya ke luar negeri, ke Amerika Serikat dan juga ke Eropa. Ternyata, ada sebuah hal menarik yang mereka temui, di mana mereka sudah cukup dikenal dan cukup populer di wilayah Barat. Ada banyak faktor yang memungkinkan hal tersebut bisa terjadi. Tapi satu hal yang pasti, Girls Generation sangat kaget dengan adanya basis fans mereka di wilayah Barat, terutama di Amerika Serikat dan di Perancis. Sama halnya dengan lagu2 mereka sebelumnya, "The Boys" juga sukses besar. Bukan hanya yang versi Korea-nya, tapi juga versi Inggris dan versi Jepang-nya. Khusus untuk versi Inggris-nya, kesuksesan lagunya membuat Girls Generation bisa mencatat sejarah sebagai grup Korea pertama yang bisa tampil di acara televisi Amerika Serikat dan Perancis. Di Amerika Serikat, mereka tampil di "Late Show with David Letterman" sebagai musical guest, dan "Live! with Kelly". Sementara di Perancis, mereka tampil di "Le Grand Journal". Tampil di acara2 luar negeri membuat Girls Generation makin populer, bukan hanya di wilayah Asia saja, tapi juga seluruh dunia. Mereka sudah menjadi idola dunia, meskipun mereka masih jarang tampil di luar negeri. Komunitas fans-nya semakin lama semakin banyak, dengan jumlah anggota yang makin banyak pula.
Kesibukan para personil Girls Generation setelah masa promosi "The Boys" berakhir membuat sebuah ide baru muncul untuk mengisi kekosongan jadwal para personil Girls Generation yang tidak memiliki banyak kegiatan. Untuk pertama kalinya, Girls Generation memiliki sub-unit. Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun dipercaya untuk menjadi anggota sub-unit pertama ini. Pada awalnya, para fans tidak menyukai ide ini, karena dianggap "memecah" Girls Generation yang biasanya tampil bersembilan. Sebuah single dan mini album yang berjudul "Twinkle" menjadi "senjata" Girls Generation TTS untuk meraih kesuksesannya. Dan, seperti sudah diduga, Girls Generation TTS meraih kesuksesan yang cukup besar. Selama tiga minggu mereka mendominasi semua acara musik dan kemudian ditambah dengan beberapa penghargaan lain yang diraih setelah akhir masa promosi mereka. Penjualan album mereka juga bahkan berhasil mencatat rekor tertinggi untuk artis Korea di Billboard. Promosi Girls Generation TTS cukup singkat, hanya sekitar dua bulan, dengan promosi penuh pada bulan Mei 2012, namun dalam waktu yang sesingkat itu, mereka sudah meraih kesuksesan yang sulit ditandingi oleh sub-unit grup lain.
Girls Generation adalah sebuah kisah sukses yang penuh dengan perjuangan keras sejak awalnya. Mereka sudah terbentuk sejak 2007, namun baru pada 2009 mereka mencapai kesuksesannya dan terus bertahan hingga sekarang. Butuh dua tahun (plus masa training para personilnya masing2) bagi mereka untuk bisa meraih kesuksesan seperti sekarang ini. Jelas butuh waktu lama dan perjuangan yang keras. Mereka berusaha membuktikan bahwa mereka adalah grup yang terbaik. Mereka selalu membuktikan kualitasnya, baik sebagai sebuah grup atau sebagai pribadi para personilnya masing2, lewat kegiatan2 yang mereka lakukan. Mereka telah menginspirasi banyak orang, lewat perjuangan dan kisah sukses mereka. Bila kita kembali ke kisah kualdron yang ada di awal tadi, api yang ada di kualdron itu adalah lambang semangat mereka. Di kualdron itu ada lima corong besar dan empat corong kecil, yang masing2 memiliki apinya sendiri2. Ketika kemudian kualdron itu naik dan menyatu, api yang ada pada setiap kualdron itu juga menyatu dan membesar dengan sendirinya. Semangat dari setiap personil yang dilambangkan dengan corong2 kualdron itu akhirnya menyatu dan dari situlah muncul api kualdron yang sangat besar, yang melambangkan semangat dari Girls Generation itu sendiri. Semangat dari setiap personil dan usaha mereka yang keras untuk bisa menampilkan yang terbaik untuk para fans-nya telah berhasil membuat mereka bertahan hingga lima tahun lamanya. Meskipun ketika mereka akan memasuki usia lima tahun mereka dibayangi oleh "kutukan" eksistensi artis2 Korea yang hanya mampu bertahan hingga lima tahun, mereka tidak memikirkan itu dan terus menunjukkan eksistensinya, ditandai dengan dirilisnya single Jepang mereka, Paparazzi, pada beberapa bulan yang lalu. Malah, mereka sepertinya tidak akan mengalami nasib seperti itu, karena hingga hari ini mereka masih aktif menghibur para penggemarnya tanpa ada masalah apapun. Semua personil Girls Generation juga berharap bisa tampil cukup lama, seperti halnya Shinhwa, yang debut sejak tahun 1998 dan tetap bertahan hingga sekarang. Itu berdasarkan wawancara mereka dengan sebuah majalah beberapa waktu yang lalu. Peluang mereka untuk tampil lebih lama terbuka dengan sangat lebar, mereka kini sedang meraih kesuksesannya dan punya kesempatan untuk menambah kesuksesannya lagi di masa2 yang akan datang. Ditambah lagi kini mereka memiliki banyak fans internasional, membuat eksistensi mereka masih akan tetap berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Kalau bisa dikatakan, ini baru awal. Lima tahun ini adalah lima tahun perjuangan Girls Generation untuk mencapai kesuksesan mereka. Nanti ke depannya, bisa jadi akan menjadi tahun2 di mana Girls Generation akan mempertahankan kesuksesan mereka (yang sebenarnya sudah mereka mulai dari tiga tahun yang lalu), dan menambah cakupan popularitas mereka ke seluruh dunia, yang sudah mereka mulai sejak album The Boys dirilis. Yang pasti, jalan Girls Generation masih sangat panjang, dan masih banyak tantangan yang menanti mereka di depan. Kalau mereka masih tetap tampil seperti sekarang, atau malah lebih dari itu, bukan tidak mungkin status Girls Generation sebagai "Asia's number 1 girl group" akan terus bertahan hingga masa2 yang akan datang. Seperti kata Neil Lennon, pelatih Glasgow Celtic saat ini, "This isn't the end. It's just the beginning", ini baru permulaan bagi Girls Generation, dan mereka sudah melakukannya dengan sangat baik. Namun ini bukanlah akhir dari segalanya, masih ada banyak hal lain yang harus mereka lakukan. Soal api di kualdron yang ada di cerita itu, selama Girls Generation masih ada, api itu akan terus menyala. Bukan hanya di kualdron itu saja, tapi juga di hati para personil Girls Generation, sebagai perlambang semangat mereka, dan juga di hati para Sone, yang akan terus mendukungnya hingga kapanpun. Happy 5th Anniversary, Girls Generation.
Baiklah, seperti itulah cerita saya untuk kali ini, dalam rangka merayakan ulang tahun ke-5 Girls Generation. Kalau kalian perhatikan cerita yang ada di bagian awal posting, saya mengambil inspirasinya dari upacara pembukaan Olimpiade London 2012. Saya mengambil bagian penyalaan obornya. Itu dikarenakan saya sangat terkesan dan takjub melihat penyalaan obor Olimpiade London 2012 yang penuh dengan kejutan, jujur saja, ini adalah penyalaan obor yang paling hebat yang pernah saya lihat, dengan desain kualdron yang paling inovatif, paling logis, dan paling bermakna yang pernah ada, dengan menggunakan 204 corong yang melambangkan 204 negara peserta Olimpiade London 2012, yang dikumpulkan saat parade atlet. Kebetulan, ulang tahun ke-5 Girls Generation ini bertepatan dengan Olimpiade London 2012, sehingga saya berpikir ini adalah tema yang pas untuk diangkat menjadi sebuah cerita yang berhubungan dengan ulang tahun mereka. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa hanya Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, dan Seohyun yang menyalakan api kualdronnya ? Alasannya seperti ini. Girls Generation terdiri atas lima vokalis utama dan empat orang supporting vocal sekaligus dancer. Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, dan Seohyun adalah vokalis utama Girls Generation. Karena kebetulan jumlah vokalisnya ada lima dan sekarang Girls Generation ulang tahun ke-5, maka merekalah yang terpilih untuk membawa obornya dan kemudian menyalakan obornya. Nanti kalau mereka ulang tahun ke-9, barulah semua personilnya akan membawa obornya bersama-sama dan menyalakan obornya bersama-sama. Seperti itulah alasannya. Saya minta maaf kalau seandainya tulisan saya agak sedikit kurang jelas di sini, tapi yang pasti mudah2an kalian mengerti tentang ceritanya. Yah, seperti inilah cara saya merayakan ulang tahun Girls Generation ke-5. Soal ceritanya, saya sudah memikirkannya sejak beberapa hari yang lalu, setelah saya menonton upacara pembukaan Olimpiade London 2012 itu. Setelah dipertimbangkan beberapa lama, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan tema Olimpiade, khususnya pada saat upacara pembukaan dan penyalaan api Olimpiade, sebagai tema cerita saya untuk merayakan ulang tahun Girls Generation yang ke-5. Bukankah dalam acara ulang tahun, Anda selalu menyalakan api di atas lilin kue ulang tahun ? Nah, kira2 seperti itu yang coba saya gambarkan, namun di sini saya modifikasi dengan menggunakan tema Olimpiade. Taeyeon, Jessica, Sunny, Tiffany, dan Seohyun tidak menyalakan lilin biasa di sini, tapi sebuah kualdron! Jadi bisa dikatakan ini adalah "kualdron ulang tahun" untuk Girls Generation, karena memang perayaan ulang tahun mereka kali ini bertepatan dengan Olimpiade, sehingga saya menggunakan cara Olimpiade untuk merayakan ulang tahunnya. Kira2 seperti itu. Semoga kalian semua bisa mengerti ceritanya, dan mohon maaf sekali lagi kalau misalnya tulisan yang saya buat ini agak sedikit nggak jelas. Tapi intinya, saya sedikit bercerita soal Girls Generation di sini, dan saya bercerita apa adanya, sesuai dengan yang saya ingat dan yang saya tahu. Itu saja. Oke, kalau begitu, sekarang saatnya saya untuk mengakhiri posting ini, kurang-lebihnya mohon maaf, apabila ada tulisan saya di sini yang menyinggung dan ada yang merasa tersinggung, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Sekian tulisan saya, dan Happy Enjoy!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar