Kamis, 09 Februari 2012

WILLIAMS FW34

Mobil Formula 1 terakhir yang di-launching sejauh ini adalah Williams FW34. Sesuai namanya, ini adalah mobil ke-34 Williams F1 Team sepanjang keikutsertaannya di Formula 1, membuatnya menjadi salah satu tim privateer tertua yang ada di ajang Formula 1, selain McLaren. Buat yang tidak tahu apa arti dari nama mobil Williams ini, FW berarti Sir Frank Williams, pendiri sekaligus pemilik tim ini, yang kita kenal selalu memakai kursi roda di garasi tim, sementara angka 34 adalah mobil ini merupakan mobil ke-34 Williams di Formula 1. Mobil ini memakai mesin Renault, dan ini adalah untuk pertama kalinya Williams kembali memakai mesin itu sejak 1999. Sebelumnya, dari tahun 1989 hingga 1999, Williams selalu memakai mesin Renault, dan masa itu adalah salah satu masa keemasan Williams, puncaknya pada tahun 1992 dengan mobil Williams FW14B mereka yang sangat terkenal. Pada 1997, Williams terakhir kali memakai mesin Renault, dan pada tahun 1998 mereka memakai mesin Mecachrome, yang merupakan mesin Renault lama yang dinamai ulang. Tahun 2000, mereka berpindah mesin menjadi BMW, dan nama mereka kemudian menjadi BMW Williams F1 Team. Setelah BMW memutuskan untuk membentuk tim dengan membeli saham Sauber tahun 2005, tim ini menjadi sering bergonta-ganti mesin. Mulai dari Cosworth, Toyota, kemudian kembali lagi ke Cosworth, dan kini mereka kembali lagi memakai mesin Renault. Selama mereka memakai mesin Cosworth dan Toyota, justru prestasi Williams yang tadinya bagus malah naik-turun, dan akhirnya menurun. Kini, Williams berharap mereka bisa kembali ke performa terbaiknya seperti di era 1990-an dengan memakai mesin Renault. Mobil FW34 ini akan dikendarai oleh duet pembalap Amerika Latin, yaitu Pastor Maldonado, Juara Dunia GP2 2010 asal Venezuela, dan Bruno Senna, pembalap muda asal Brazil, mantan pembalap Hispania Racing Team pada musim 2010 dan sempat membalap bersama Lotus Renault di beberapa balapan terakhir musim 2011. Mendengar nama Bruno Senna kita jadi teringat dengan nama Ayrton Senna, Juara Dunia F1 1988, 1990, dan 1991, yang tewas dalam kecelakaan di San Marino tahun 1994. Ya, Bruno punya hubungan keluarga dengan Ayrton. Bruno Senna adalah keponakan dari Ayrton Senna. Bukan anaknya. Bruno Senna adalah anak dari Viviane Senna, adik dari Ayrton Senna. Ayrton Senna sendiri tidak pernah punya anak seumur hidupnya, meskipun pernah menikah. Menariknya, tim terakhir Ayrton Senna sebelum ia tewas adalah Williams, dengan mesin Renault. Ia bergabung dengan tim tersebut pada 1994, setelah membalap bersama McLaren dari 1987-1993. 18 tahun setelah ia wafat, kini giliran keponakannya yang membalap untuk Williams, dan mesinnya juga Renault. Sebuah kebetulan. Mungkin kalau misalnya semuanya diundur satu tahun, baik kontrak dengan mesin Renault dan juga kontrak dengan Bruno Senna, maka koneksi Williams-Renault-Senna akan terlihat kental, karena livery mobil Williams saat itu hampir mirip dengan livery mobil terakhir Ayrton Senna. Tapi mobil musim ini juga livery-nya sudah terlihat mendekati kok, karena di bagian tutup mesin mobil terdapat beberapa pola garis, ciri khas mobil Rothmans Williams-Renault pada saat itu. Perlu diketahui, mobil terakhir Ayrton Senna disponsori oleh Rothmans, sebuah perusahaan rokok. Livery Rothmans yang ada di mobil Williams saat itu termasuk yang cukup terkenal di Formula 1, selain livery Marlboro-Ferrari pada era Michael Schumacher, livery Marlboro-McLaren di era 1980-an hingga awal 1990-an, ataupun livery Mild Seven-Renault di era keemasan Fernando Alonso. Sepertinya kita jadi banyak bicara soal sejarah Formula 1 di posting ini... karena ada banyak koneksi antara tim yang ada sekarang dengan sejarah yang dulu sempat menghiasi balapan Formula 1 di masa lalu. Baiklah, sekarang kita langsung saja masuk ke foto2nya. Ada empat jenis foto yang ingin saya perlihatkan di sini, yaitu foto launching, foto pembalap, foto detail mobil, dan foto tes. Williams FW34 diluncurkan bertepatan dengan hari pertama tes pramusim Formula 1, tanggal 7 Februari 2012, pada jam 08:45 pagi waktu setempat (jam 07:45 pagi waktu Inggris, jam 14:45 waktu Indonesia), dengan sebuah acara launching kecil di depan garasi tim Williams, dan dihadiri oleh para wartawan dan fotografer. Mobilnya tidak diselubung, melainkan dikeluarkan dari garasi langsung tanpa ditutupi apapun. Mobil itu didorong oleh kru tim keluar dari garasi. Setelah launching selesai, beberapa jam kemudian mobil FW34 langsung bergabung bersama tim2 lain yang sudah merilis mobil barunya atau tim yang masih memakai mobil 2011-nya (ada tim yang mengikuti tes dengan mobil musim sebelumnya untuk mengetes ban baru) dalam tes pramusim hari pertama, dengan Pastor Maldonado sebagai pembalap pertama yang mengetes mobil tersebut. Sekarang saya akan kasih lihat foto2nya, yang saya ambil dari dua sumber: website F1 Fanatic (untuk foto launching dan tes) dan website GP Update (untuk foto launching, foto pembalap, dan foto detail mobil). Seperti apa foto2nya ? Ini dia...
Kita mulai dari foto launchingnya dulu. Tadi sudah jelaskan seperti apa launching mobilnya, sekarang foto2nya, sebagai bukti. Langsung saja, inilah foto2nya.
Nah, seperti itu foto2 launching-nya. Like I said, mobilnya didorong keluar dari garasi tanpa ditutupi apapun, ditutup pintu rolling door garasi sudah cukup, dan setelah itu, acara launching dimulai. Sesudah launching, mobil langsung didorong kembali ke dalam garasi. Acara launchingnya sangat sederhana, hanya acara photo session yang melibatkan kedua pembalap dan mobil barunya. Sekarang kita masuk ke foto pembalapnya. Ada duo pembalap Amerika Latin di tim ini, yaitu Pastor Maldonado asal Venezuela, dan Bruno Senna asal Brazil. Dalam peta Amerika Selatan, kedua negara ini bertetangga di utara. Ingin tahu seperti apa foto dari kedua pembalap ini ? Inilah foto keduanya...
Bruno Senna
Pastor Maldonado
Saya pikir foto2nya sudah cukup... dua foto personal dan dua foto kelompok. Cukup kan ? Kedua pembalap ini sama2 memiliki dukungan yang sangat kuat dari sponsor mereka masing2. Pastor Maldonado didukung oleh pemerintah Venezuela dan PDVSA, perusahaan perminyakan lokal Venezuela. Itu bisa terlihat dari logo pariwisata Venezuela yang ada di sayap belakang mobil musim lalu dan mungkin ada lagi di mobil musim ini. Tulisan sponsor PDVSA ada di hampir seluruh bagian mobil, terutama di sayap belakang dan di tutup mesin. Bruno Senna sendiri didukung oleh Embratel, perusahaan telekomunikasi Brazil, dan Gillette, merek silet terkenal. Di Lotus Renault, tulisan iklan Gillette sempat muncul saat Bruno membalap untuk tim ini. Pengaruh sponsor memang sangat kuat di Williams, bahkan pembalap yang masuk ke sana minimal harus membawa sponsor untuk bisa bergabung dengan tim itu. Rubens Barrichello pun terpaksa harus keluar dari tim karena memang sejak awal ia tidak memiliki dukungan sponsor. Bruno Senna masuk sebagai penggantinya dengan membawa sponsor yang cukup. Ini memang nggak enaknya tim privateer. Anda butuh sponsor yang banyak untuk dapat melakukan pengembangan mobil, karena untuk mengembangkan mobil butuh dana yang tidak sedikit. Jadi wajar kalau kemudian pencarian sponsor sangat penting untuk tim2 seperti ini, demi bisa memperpanjang napas sebuah tim di Formula 1. Bikin tim Formula 1 kan tidak mudah... dan itu kenyataan. Well, saya pikir cukup ceritanya, sekarang kita akan melihat detail dari mobil Williams FW34. Foto2nya sudah ada, dan nanti akan saya jelaskan beberapa detail mobilnya. Sekarang, nikmati fotonya dulu...
Nah, itulah foto2nya. Bila dilihat, moncongnya berundak, sama seperti mobil2 lainnya, dan bentuknya hampir mirip Ferrari F2012, namun bedanya di moncong FW34 terdapat lubang di depan dan sayap di sampingnya. Saya pikir julukan "moncong ikan lele" pas untuk moncong mobil ini, karena... lihat saja depannya. Ada sayap kecil di sana, dan letaknya berada di samping moncong. Persis seperti patil ikan lele. Belum lagi ada lubang di depannya, sama seperti Red Bull RB8, saya mungkin harus bilang kalau mobil ini "bernapas". Kebetulan kan ikan lele lubang napasnya ada di depan, jadi pantaslah kalau moncong mobil ini saya juluki seperti itu. Maaf bila Anda merasa tersinggung... tapi begitulah kenyataannya. Dan karena bentuk moncongnya hampir mirip Ferrari F2012 (meski lebih baik), rata, lebar, dan tinggi, maka lagi2 saya harus bilang sekali lagi bahwa kita bisa menulis di atasnya. Karena moncongnya kayak meja! Bentuk sayap depannya berbilah diagonal, mirip Force India VJM05, namun Williams potongan bilahnya tidak sampai harus memotong logo sponsor, dan bentuk bilahnya lebih bagus. Untuk bagian belakangnya terlihat bagus, sidepod yang berbentuk corong menurun ke arah suspensi belakang, dan bentuk tutup mesin bersayap, membuat saya jadi teringat mobil A1 Grand Prix di masa lalu, meskipun bentuknya berbeda. Ada juga sambungan airbox dan sandaran sasis, seperti yang ditemukan di Red Bull RB8 dan Scuderia Toro Rosso STR7. Warna mobilnya bukan hitam, meskipun secara pandangan terlihat demikian, tapi biru gelap, dengan strip putih. Warna sayap belakangnya putih, warna sayap depan bagian atas, penyambung sayap depan, dan sedikit bagian moncong, plus tutup mesin bagian bawah berwarna putih. Di sidepod terdapat tulisan nomor, yang seharusnya ukurannya bisa lebih besar atau mungkin bisa dimanfaatkan untuk tempat sponsor, yaitu nomor 18. Itulah nomor start mereka. Williams akan memakai nomor start 18 dan 19 musim ini, sebagai efek dari posisi finish mereka di posisi kesembilan klasemen konstruktor. Musim lalu, jumlah perolehan poin mereka sangat sedikit. Hanya 5 poin! Itupun kalau tidak salah hampir semua poinnya didapat oleh Rubens Barrichello. Maka tidak heran kalau Williams membidik kebangkitan performa mereka dengan mobil baru ini. Nah, sekarang kita masuk ke bagian terakhir dari kumpulan foto2 Williams FW34 ini, yaitu foto tesnya. Seperti yang tadi saya bilang, FW34 di-launching pagi hari sebelum tes pramusim hari pertama dimulai. Jadi, setelah launching mereka langsung mengetes mobil, bersama dengan tim2 lain yang juga mengikuti tes tersebut, baik yang memakai mobil baru mereka atau mobil musim lalu. Pastor Maldonado menjadi pembalap pertama yang mengetes mobil ini sekaligus membuat catatan waktu resmi pertama untuk mobil ini. Ingin tahu seperti apa foto2 aksi pertama Williams FW34 ? Tapi fotonya tidak banyak. Langsung saja, ini dia...
Nah, itulah foto2nya. Mengenai target Williams sendiri di musim ini, mereka pasti akan mengincar kebangkitan dan perbaikan performa dari musim sebelumnya. Finish di peringkat kesembilan klasemen konstruktor jelas bukan sebuah prestasi yang membanggakan untuk sebuah tim yang dulunya sangat berjaya di Formula 1. Harapannya, dengan perubahan mesin dari Cosworth menjadi Renault bisa mengantarkan kembali Williams pada kejayaannya seperti di masa lalu. Apalagi koneksi keduanya jadi semakin berbau historis dengan kehadiran Bruno Senna. Anggap saja, Bruno Senna akan "menyelesaikan" sisa hutang balapan yang dulu pamannya tak bisa ia selesaikan di musim terakhirnya karena ia wafat. Perlu diketahui, Ayrton Senna baru balapan tiga kali bersama Williams saat dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Ekspektasi tinggi jelas dicanangkan Williams musim ini, karena mereka ingin sekali bangkit dan kembali ke trek kegemilangan mereka seperti di masa lalu. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah, apakah Bruno Senna bisa lebih kencang dari sang paman ? Dulu Ayrton Senna pernah bilang pada tahun 1993, "If you think I'm fast, just wait until you see my nephew Bruno." Sekarang adalah saat pembuktian ucapan tersebut yang sesungguhnya. Kalau musim lalu, itu belum apa2, karena Bruno belum membalap secara penuh. Sekarang adalah saatnya. Bruno harus bisa membuktikan bahwa ucapan pamannya benar, sekaligus membuktikan bahwa klan Senna belum habis. Dengan kombinasi Williams-Renault-Senna yang ada sekarang, inilah saatnya buat Bruno Senna untuk membuktikan ucapan pamannya 19 tahun yang lalu, bahwa ia memang benar2 kencang dan mewarisi bakat balapan sang paman, bukan hanya sekedar numpang lewat saja di Formula 1 dan hanya membawa nama besar klan Senna saja.
Well, saya pikir sudah cukup tulisan saya tentang tim Williams. Saya harap kalian semua bisa mengerti penjelasan dan cerita saya dalam posting ini... sekaligus juga dapat tambahan ilmu tentang sejarah Formula 1 karena dalam posting ini saya juga bicara tentang sejarah Formula 1. Setelah ini saya bisa beristirahat, karena sudah tidak ada launching mobil lagi... sampai ada konfirmasi tentang launching mobil F1 berikutnya. Masih ada tiga tim yang belum meluncurkan mobilnya, yaitu Mercedes AMG Petronas F1 Team, Hispania Racing Team atau HRT, dan Marussia F1 Team. Saya akan menunggu kapan mereka akan me-launching mobilnya, dan ketika mereka sudah me-launching mobilnya, blog ini sudah siap untuk menampung ceritanya. Baiklah, sekarang saatnya untuk mengakhiri posting ini... sekian tulisan saya, dan Happy Enjoy!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar